Tulisan 3: Pertarungan Banteng dengan Burung Rajawali di Jawa Tengah.
----------------------------------------------------------------------------------------
BPN Prabowo-Sandi ramai-ramai pergi ke Solo untuk menyiapkan kunjungan capres Prabowo yang akan mengadakan kampanye dan mendekati masyarakat di Jawa Tengah mulai tanggal 9 Pebruari 2019. Menurut survey internal mereka hanya kalah tipis dengan pertahana. Namun tidak dijelaskan secara gamblang berapa selisih angka pastinya. Hanya dijelaskan kubunya sudah memperoleh 43% suara di Jawa Tengah.
"Rapat itu untuk mempersiapkan berbagai agenda, memaksimalkan kampanye di Jawa Tengah, karena memang hasil survey internal, kita menang dibanyak daerah, tinggal tipis di Jawa Tengah dan kami memastikan di Jawa tengah juga menang" kata Dahnil.
Kubu Prabowo-Sandi memang berhasrat untuk meminimalisir kekalahan dalam pilpres 2014 dimana saat itu kubu Prabowo-Hatta mendapat suara 33,35% sedangkan kubu Jakowi-Jk mendapat suara 66,65%. Selisih suara yang cukup besar membuat tim sukses Prabowo-sandi memindahkan pos pemenangan dari Jakarta ke Solo. Tempatnya pun tidak main-main yaitu dekat dengan rumah presiden Jakowi dan keluarganya. Satu pos dibangun dekat rumah Jakowi dan pos yang lainnya dekat warung Markobar milik Gilbran putra Jakowi. Seandainya Jan Ethes cucu Jakowi sudah sekolah di PAUD maka pos pemenangan barangkali juga akan dibangun dengan PAUD.Ha..Ha...
Beberapa hari sebelum kedatangan Prabowo di Jawa Tengah telah terjadi teror kain api seperti yang terjadi di kota Semarang. Mobil dan sepeda motor jadi sasaran serangan oleh pelaku yang menyerang tengah malam dan menjelang subuh. Serangan tersebut kini meluas sampai kota Kendal dan Ungaran. Dari penyelidikan pihak kepolisian ternyata korban tidak memiliki musuh dan tidak ada harta benda yang hilang. Indikasinya mengarah ke teror pada masyarakat. Pola ini sama persis dengan pola di
masa Orde Baru. Masyarakat ditakut-takuti agar mereka resah dan gelisah namun tidak mendesah. Apakah pola Orde Baru ini telah diadopsi dan dimainkan kembali oleh pihak oposisi? Entahlah.
Masyarakar Jawa Tengah sudah pintar membaca pola kampanye pihak oposisi yang penuh denagn kontroversi dan hoax. mereka melakukan perlawanan dengan caranya sendiri. Seperti saat kunjungan Sandi ke Wonogiri, Pati, Juwana dan Rembang rakyat berdiri di pinggir jalan dan meneriakan yel yel dukungan bukan kepada Sandi tapi kepada Jakowi saat Sandi dan timnya melintas di jalan raya. Fenomena ini yang bikin Sandi dan timnya sesak napas.
Perlawanan kaum elit bakal dilakukan 1-2 dua bulan menjelang pilpres 2019 untuk mendongkrak suara Jakowi. Sudah ada 31 Bupati yang siap mendukung Jakowi dan berkampanye di daerahnya masing-masing. Mereka telah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.Bahkan Gubernur Ganjar Pranowo siap mengajukan cuti kerja untuk all out kampanye demi kemenangan Jakowi. Perlu diketahui Ganjar Pranowo dan Jakowi sama-sama berasal dari satu partai yaitu PDIP. Saat pilpres 2014 tidak ada dukungan Bupati baik kepada kubu Jakowi maupaun Prabowo sebab saat itu keduanya bukan pertahana dan berjuang merebut kursi Presiden.
Menurut survey Denny JA tanggal 4-18 Oktober 2018 PDIP memperoleh suara 46,0%, PKB [4,8%], Golkar [4,2%] dan PPP [3,5%]. Coba bandingkan dengan kubu oposisi seperi Gerindra [6,2%], PKS [1,3%], PAN [1,2%] dan Demokrat [0,7%]. Saat pilpres 2014 Golkar dan PPP berada di kubu oposisi dan kini di pilres 2019 mereka bergabung di kubu pertahana. Kita harapkan mesin partai kubu pertahan aktif dan hidup selama kampanye sehingga akan membuat perolehan suara Jakowi melonjak naik sehingga bisa menang besar.
Sebagian besar masyarakat Jawa Tengah tinggal di pedesaan. Secara prosentase bisa dikatakan 70% dan hanya 30% yang tinggal di perkotaan. Profesi mereka adalah petani, buruh dan nelayan sehingga isu-isu sensitif menjelang pemilu yang berkaitan dengan biaya hidup dan BBM. Harga BBM sudah pasti tidak ada kenaikan menjelang dan saat pilpres sehingga tidak bisa digoreng sampai garing. Begitupun dengan harga sembago berkat adanya satgas pangan harga sembago aman dan terkendali.
Hanya segilintir oknum tengkulak nakal yang kemarin berbuat ulah dengan menurunkan harga cabai ditingkat petani. Gubernur Ganjar Pranowo mengantisipasi dengan mewajibkan PNS di Jawa Tengah untuk membeli capai sebayak 10 ton dengan total harga 200 juta.Akhirnya harga kembali stabil.
Kalau melihat peta dukungan untuk pertahana di Jawa Tengah maka sulit bagi oposisi untuk mengalahkan pertahana di Jawa Tengah.Jawa Tenngah tetap menjadi kandang banteng dan burung Rajawali bakal kalah dan terbang jauh sambil meratapi kekalahannya.
#TetapJakowi
Wednesday, February 6, 2019
Tulisan 2: 9 Alasan Kenapa Jakowi Bakal Menang di Pilpres 2019.
Tulisan 2: 9 Alasan Kenapa Jakowi Bakal Menang di Pilpres 2019.
--------------------------------------------------------------------------------
Pilpres 2019 akan berlangsung tanggal 17 April 2019 dan kampanye pilpres sudah dan tengah berlangsung hingga saat ini. Tulisan ini sebagai salah satu referensi bagi mereka yang belum menentukan pilihan.
1. Kebijaksanaanya yang Populis.
Program Jakowi yang populis seperti:KIP, KIH,PKH, Dana desa, Sertifikasi tanah dan Hutanisasi sosial. Masyarakat terutama warga miskin banyak terbantu dengan program tersebut. Apalagi tahun 2019 harga BBM dan listrik tidak akan naik, tarif jalan tol bakal turun, jumlah premium bakal ditambah, gaji PNS bakal naik, dana kelurahan bakal cair, anggaran PKH naik dua kali lipat.
2. Strategi Blusukan.
strategi ini sudah dilaksanakan jakowi sejak saat jadi walikota Solo, Gubernur DKI dan sampai saat ini sebagai presiden. Blusukan punya banyak fungsi selain untuk meyerap aspirasi masyarakat juga untuk memperkenal diri kepada masyarakat. Tanpa blusukan maka jangan harap masyarakat kenal dengan pemimpinnya. Prabowo.Kalau tidak kenal maka rakyat tidak mungkin memilihnya.
3. Media Darling.
Sejak bergabungnya bos media seperti Surya paloh, Hary Tanoe dan Erick Thohir maka sebagian besar media terutama televisi mendukung Jakowi. Ini menjadi senjata ampuh untuk serangan udara dalam kampanye. TV milik mereka akan turut menayangkan pencapaian kinerja Jakowi selama jadi presiden. Blogger dengan follower yang banyak juga dirangkul Jakowi untuk mengenalkan diri Jakowi kepada masyarakat. Blogger seperti Atta halilintar, Ria Ricis dkk diberi kesempatan untuk bertemu dan wawancara bahkan ada yang ikut kunjungan kerja.
4. Merangkul kelompok Milenial.
Kelompak milenial sebagai penyumbang suara terbesar dalam pilpres 2019 nanti dengan jumlah suara 34,2 % dari total 152 juta pemilih. Oleh karena itu jauh-jauh hari Jakowi berusaha merangkul mereka dengan menyamakan identitas seperti: memakai sepatu sneakers, jaket trendy, ikut touring motor modifikasi, menghadiri event music, ikut ngevlog dll.
5. Banyak Pejabat Daerah yang Mendukung.
Ada 30 Gubernur dan 359 bupati dan walikota yang mendukung Jakowi termasuk 10 pejabat daerah di Sumatera barat dimana Jakowi kalah saat pilpres 2014. Sedangkan kubu Prabaowo hanya didukung oleh 4 gubernur yaitu: DKI, Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Para pejabat daerah itu akan menggerakan massa untuk pilih Jakowi di pilpres 2019 nanti.
6. Jumlah relawan yang banyak
Relawan adalah bentuk partisipasi publik untuk memenangkan capres. Jumlah relawan Jakowi yang sudah terdaftar 700 organ sedangkan di kubu Prabowo ada 400 organ. Pertarungan perebutan massa bakal seru. Saat ini pola kampanye Jakowi sedikit berubah dengan mementingkan kampanye dari pintu ke pintu dan dari hati ke hati.
7. Dukungan dari partai Golkar.
Pada pemilu 2014 partai Golkar sebagai pemenang kedua dan keberadan partai ini sangat penting apalagi jika mesin partai bekerja dengan optimal. Pada pilpres 2014 partai Golkar tidak mendukung Jakowi. Dengan bergabungnya partai Golkar di kubu Jakowi di pilpres 2019 diyakini Jakowi bakal menang kembali.
8. Kondisi Ekonomi yang Stabil.
Pertumbuhan ekonomi yang bagus diatas 5% dan pondasi ekonomi yang kuat dengan cadangan devisa yang selalu meningkat sejak tahun 2015 membuat rupiah aman dari gejolak mata uang dunia. Ditambah dengan kemudahan berinvestasi membuat iklim berusaha semakin bersinar. Pelaku ekonomi merasa nyaman dengan kondisi ini. Ditambah dengan kondisi inflasi yang selalu dibawah 4% yang membuat harga kebutuhan pokok masyarakat stabil. bahkan saat perayaan hari besar nasional seperti Idul fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru tidak ada gejolak kenaian harga yang berarti. Kondisi ini yang membuat para emak-emak merasa happy sebab bisa belanja tanpa takut mahal.
9.Kondisi Politik yang Kondusif.
Sejak dilantik menjadi presiden Jakowi berusaha membuat kondisi negara yang kondusif baik di dalam parlemen maupun diluar parlemen. Jakowi merangkul PPP, PAN dan Golkar untuk memperkuat koalisi di parlemen. Bergabungnya ketiga partai ini membuat koalisi di parlemen semakin kuat dan kegaduhan bisa diredam. Berlakunya UU ITE tanggal 28 September 2016
ikut membantu meredam kegaduhan diluar parlemen. Terbukti orang yang suka bikin hoax atau nyinyir sudah dan terancam masuk bui.
--------------------------------------------------------------------------------
Pilpres 2019 akan berlangsung tanggal 17 April 2019 dan kampanye pilpres sudah dan tengah berlangsung hingga saat ini. Tulisan ini sebagai salah satu referensi bagi mereka yang belum menentukan pilihan.
1. Kebijaksanaanya yang Populis.
Program Jakowi yang populis seperti:KIP, KIH,PKH, Dana desa, Sertifikasi tanah dan Hutanisasi sosial. Masyarakat terutama warga miskin banyak terbantu dengan program tersebut. Apalagi tahun 2019 harga BBM dan listrik tidak akan naik, tarif jalan tol bakal turun, jumlah premium bakal ditambah, gaji PNS bakal naik, dana kelurahan bakal cair, anggaran PKH naik dua kali lipat.
2. Strategi Blusukan.
strategi ini sudah dilaksanakan jakowi sejak saat jadi walikota Solo, Gubernur DKI dan sampai saat ini sebagai presiden. Blusukan punya banyak fungsi selain untuk meyerap aspirasi masyarakat juga untuk memperkenal diri kepada masyarakat. Tanpa blusukan maka jangan harap masyarakat kenal dengan pemimpinnya. Prabowo.Kalau tidak kenal maka rakyat tidak mungkin memilihnya.
3. Media Darling.
Sejak bergabungnya bos media seperti Surya paloh, Hary Tanoe dan Erick Thohir maka sebagian besar media terutama televisi mendukung Jakowi. Ini menjadi senjata ampuh untuk serangan udara dalam kampanye. TV milik mereka akan turut menayangkan pencapaian kinerja Jakowi selama jadi presiden. Blogger dengan follower yang banyak juga dirangkul Jakowi untuk mengenalkan diri Jakowi kepada masyarakat. Blogger seperti Atta halilintar, Ria Ricis dkk diberi kesempatan untuk bertemu dan wawancara bahkan ada yang ikut kunjungan kerja.
4. Merangkul kelompok Milenial.
Kelompak milenial sebagai penyumbang suara terbesar dalam pilpres 2019 nanti dengan jumlah suara 34,2 % dari total 152 juta pemilih. Oleh karena itu jauh-jauh hari Jakowi berusaha merangkul mereka dengan menyamakan identitas seperti: memakai sepatu sneakers, jaket trendy, ikut touring motor modifikasi, menghadiri event music, ikut ngevlog dll.
5. Banyak Pejabat Daerah yang Mendukung.
Ada 30 Gubernur dan 359 bupati dan walikota yang mendukung Jakowi termasuk 10 pejabat daerah di Sumatera barat dimana Jakowi kalah saat pilpres 2014. Sedangkan kubu Prabaowo hanya didukung oleh 4 gubernur yaitu: DKI, Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Para pejabat daerah itu akan menggerakan massa untuk pilih Jakowi di pilpres 2019 nanti.
6. Jumlah relawan yang banyak
Relawan adalah bentuk partisipasi publik untuk memenangkan capres. Jumlah relawan Jakowi yang sudah terdaftar 700 organ sedangkan di kubu Prabowo ada 400 organ. Pertarungan perebutan massa bakal seru. Saat ini pola kampanye Jakowi sedikit berubah dengan mementingkan kampanye dari pintu ke pintu dan dari hati ke hati.
7. Dukungan dari partai Golkar.
Pada pemilu 2014 partai Golkar sebagai pemenang kedua dan keberadan partai ini sangat penting apalagi jika mesin partai bekerja dengan optimal. Pada pilpres 2014 partai Golkar tidak mendukung Jakowi. Dengan bergabungnya partai Golkar di kubu Jakowi di pilpres 2019 diyakini Jakowi bakal menang kembali.
8. Kondisi Ekonomi yang Stabil.
Pertumbuhan ekonomi yang bagus diatas 5% dan pondasi ekonomi yang kuat dengan cadangan devisa yang selalu meningkat sejak tahun 2015 membuat rupiah aman dari gejolak mata uang dunia. Ditambah dengan kemudahan berinvestasi membuat iklim berusaha semakin bersinar. Pelaku ekonomi merasa nyaman dengan kondisi ini. Ditambah dengan kondisi inflasi yang selalu dibawah 4% yang membuat harga kebutuhan pokok masyarakat stabil. bahkan saat perayaan hari besar nasional seperti Idul fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru tidak ada gejolak kenaian harga yang berarti. Kondisi ini yang membuat para emak-emak merasa happy sebab bisa belanja tanpa takut mahal.
9.Kondisi Politik yang Kondusif.
Sejak dilantik menjadi presiden Jakowi berusaha membuat kondisi negara yang kondusif baik di dalam parlemen maupun diluar parlemen. Jakowi merangkul PPP, PAN dan Golkar untuk memperkuat koalisi di parlemen. Bergabungnya ketiga partai ini membuat koalisi di parlemen semakin kuat dan kegaduhan bisa diredam. Berlakunya UU ITE tanggal 28 September 2016
ikut membantu meredam kegaduhan diluar parlemen. Terbukti orang yang suka bikin hoax atau nyinyir sudah dan terancam masuk bui.
Tulisan 1: Papua dan Politik Ala Guns N' Roses
Tulisan 1: Papua dan Politik Ala Guns N' Roses
----------------------------------------------------------
Pemerintah indonesia saat ini disibukan degan manuver politik OPM Beni Wenda yang menyusup ke delegasi negara Vanuatu untuk meyerahkan petisi kepada komisioner tinggi HAM PBB Michele Bachelet. Isi petisi tersebut adalah tanda tangan 1,8 juta rakyat terkait referendum Papua Barat.Namun menurut Menlu Retno Sumardi data tersebut manipulatif dan fake news. Menlu juga
mengajukan nota protes ke negara Vanuatu. "Kami sudah melayangkan nota protes keras kepada vanuatu. Dalam hubungan diplomatik ,sekali lagi,rasa saling menghormati itu harus dijunjung tinggi. salah satu prinsip yang harus dihormati semua negara adalah menghormati kedaulatan negara yang lain". kata Retno di gedung DPR senayan, Jakarta [31/1/2019].
Manuver politik Beni Wenda ini harus diwaspadai sebab bertujuan membentuk opini publik bahwa sebagian besar rakyat Papua Barat benar-benar menginginkan memisahkan diri dari NKRI dan membentuk negara Papua Barat yang merdeka. Saat ini ada tujuh negara di Pasifik yang mendukung Papua merdeka yaitu: Vanuatu, Solomon Island, Tonga, Tuvalu, Nauru, Palau dan Marshall
Island. Selama ini negara Vanuatu yang secara terang-terangan mendukung kemerdekaan Papua. Bahkan di negara Vanuatu sendiri bendera OPM bebas berkibar.
Perjuangan OPM harus disikapi dengan arif dan bijaksana mengingat mereka juga rakyat Indonesia. Ibarat anak nakal yang mau minggat dari rumah besar dan sebagai orang tua yang bijak sudah seharusnya mencegah. Namun apabila peringatan sebagai orang tua tidak didengar bahkan dilawan dengan mengangkat senjata maka tidak ada pilihan kecuali harus diperangi.Bentuk perlawanan
dua sisi ini seperti simbol bunga dan senjata ala kelompok band asal Amerika Serikat yaitu Guns N' roses.
Baru-baru ini Panglima TNi Marsekal Hadi Tjahjanto akan menggelar operasi psikologi dan teritorial di Papua. Operasi psikologi bertujuan memberi pemahaman kepada rakyat Papua bahwa TNI bukan musuh rakyat tetapi mitra rakyat dalam membangun Papua agar rakyat tidak lagi "Fobia Loreng". Dengan diterimanya TNI ditengah-tengah rakyat Papua maka gesekan yang selama ini ada akan jauh berkurang.Program ini sekaligus sebagai pemulihan trauma akibat operasi militer masa lalu seperti operasi Tumpas [1907],Operasi Bersih [1981] dan Operasi Mapenduma [1996].
Operasi teritorial tetap juga dilaksanakan untuk menjaga kestabilan wilayah dari rongrongan KKB OPM.Mereka yang terbukti membawa senjata tanpa ijin maka akan ditindak tegas oleh TNI.Selama ini KKB merajalela dengan membunuh tidak hanya warga sipil tetapi juga TNI. Belum lama ini 19 warga sipil pekerja proyek trans Papua dibantai oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Jakowi marah dan memerintahkan aparat keamanan menumpas habis sampai akar-akarnya kelompok KKB tersebut.dalam rapim TNI tahun 2019 panglima TNI Marsekal hadi Tjahjanto mengatakan: "Kami sampaikan bahwa dalam rapim tatangan tahun 2019 diantaranya adalah terkait gangguan keamanan di papua menjadi prioritas, kita melaksanakan operasi gakkum [penegakan hukum] di wilayah Papua. yang kedua adalah rawan bencana dan yang ketiga adalah mensukseskan pemilu tahun 2019". [31/1/2019]. Untuk menumpas KKB di Papua TNI telah menerjunkan pasukan khusus yag dilengkapi peralatan perang yang mumpuni dengan harapan KKB bisa ditumpas sampai akar-akarnya.
Tiga pola cara meredam kelompok KKB OPM telah dan akan terus dilaksanan yaitu: pertama, Diplomasi politik luar negeri yang digawangi oleh Menlu Retno Marsudi.Menlu harus dapat memutus rantai dukungan politik dari beberapa negara kepada OPM dan sebaliknya memberikan informasi seakurat mungkin kepada banyak negara bahwa selama ini di Papua tidak ada pelanggaran HAM yang berat. yang ada adalah penegakan hukum kepada kelompok kriminal bersenjata.
Kedua, Operasi Psikologi dan teritorial oleh TNI. Operasi yang sudah ada selama ini harus terus ditingkatkan intensitasnya. TNI harus bisa membuat efek jera kepada para penggangu keamanan yang selama ini beroperasi di Papua. Para anggota dan simpatisan KKB yang sudah tobat dan menyerahkan diri kepada TNI harus difasilitasi kehidupannya. TNI bisa bekerja sama
dengan pemerintah daerah untuk memberikan rumah dan pekerjaan kepada mereka.
Ketiga, Pembanguan yang massif oleh pemmerintah daerah dan pusat untuk mengurangi ketimpangan dan memangkas kemiskinan. Dana Otonomi khusus yang selama ini digelontorkan ke Papua harus tepat sasaran sehingga pembangunan bisa berjalan cepat dan efektif. Pembanguan yang cepat dan efektif akan adapat menggerakan roda perekonoman warga sehingga bisa menurunkan
angka keiskinan menjadi dibawah 21%. Dengan berjalannya waktu maka gerakan KKB OPM akan kehilangan dukungan baik dari dalam maupun luar Papua seperti Gerakan Aceh
Merdeka [GAM] beberapa tahun yang lalu.
----------------------------------------------------------
Pemerintah indonesia saat ini disibukan degan manuver politik OPM Beni Wenda yang menyusup ke delegasi negara Vanuatu untuk meyerahkan petisi kepada komisioner tinggi HAM PBB Michele Bachelet. Isi petisi tersebut adalah tanda tangan 1,8 juta rakyat terkait referendum Papua Barat.Namun menurut Menlu Retno Sumardi data tersebut manipulatif dan fake news. Menlu juga
mengajukan nota protes ke negara Vanuatu. "Kami sudah melayangkan nota protes keras kepada vanuatu. Dalam hubungan diplomatik ,sekali lagi,rasa saling menghormati itu harus dijunjung tinggi. salah satu prinsip yang harus dihormati semua negara adalah menghormati kedaulatan negara yang lain". kata Retno di gedung DPR senayan, Jakarta [31/1/2019].
Manuver politik Beni Wenda ini harus diwaspadai sebab bertujuan membentuk opini publik bahwa sebagian besar rakyat Papua Barat benar-benar menginginkan memisahkan diri dari NKRI dan membentuk negara Papua Barat yang merdeka. Saat ini ada tujuh negara di Pasifik yang mendukung Papua merdeka yaitu: Vanuatu, Solomon Island, Tonga, Tuvalu, Nauru, Palau dan Marshall
Island. Selama ini negara Vanuatu yang secara terang-terangan mendukung kemerdekaan Papua. Bahkan di negara Vanuatu sendiri bendera OPM bebas berkibar.
Perjuangan OPM harus disikapi dengan arif dan bijaksana mengingat mereka juga rakyat Indonesia. Ibarat anak nakal yang mau minggat dari rumah besar dan sebagai orang tua yang bijak sudah seharusnya mencegah. Namun apabila peringatan sebagai orang tua tidak didengar bahkan dilawan dengan mengangkat senjata maka tidak ada pilihan kecuali harus diperangi.Bentuk perlawanan
dua sisi ini seperti simbol bunga dan senjata ala kelompok band asal Amerika Serikat yaitu Guns N' roses.
Baru-baru ini Panglima TNi Marsekal Hadi Tjahjanto akan menggelar operasi psikologi dan teritorial di Papua. Operasi psikologi bertujuan memberi pemahaman kepada rakyat Papua bahwa TNI bukan musuh rakyat tetapi mitra rakyat dalam membangun Papua agar rakyat tidak lagi "Fobia Loreng". Dengan diterimanya TNI ditengah-tengah rakyat Papua maka gesekan yang selama ini ada akan jauh berkurang.Program ini sekaligus sebagai pemulihan trauma akibat operasi militer masa lalu seperti operasi Tumpas [1907],Operasi Bersih [1981] dan Operasi Mapenduma [1996].
Operasi teritorial tetap juga dilaksanakan untuk menjaga kestabilan wilayah dari rongrongan KKB OPM.Mereka yang terbukti membawa senjata tanpa ijin maka akan ditindak tegas oleh TNI.Selama ini KKB merajalela dengan membunuh tidak hanya warga sipil tetapi juga TNI. Belum lama ini 19 warga sipil pekerja proyek trans Papua dibantai oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Jakowi marah dan memerintahkan aparat keamanan menumpas habis sampai akar-akarnya kelompok KKB tersebut.dalam rapim TNI tahun 2019 panglima TNI Marsekal hadi Tjahjanto mengatakan: "Kami sampaikan bahwa dalam rapim tatangan tahun 2019 diantaranya adalah terkait gangguan keamanan di papua menjadi prioritas, kita melaksanakan operasi gakkum [penegakan hukum] di wilayah Papua. yang kedua adalah rawan bencana dan yang ketiga adalah mensukseskan pemilu tahun 2019". [31/1/2019]. Untuk menumpas KKB di Papua TNI telah menerjunkan pasukan khusus yag dilengkapi peralatan perang yang mumpuni dengan harapan KKB bisa ditumpas sampai akar-akarnya.
Tiga pola cara meredam kelompok KKB OPM telah dan akan terus dilaksanan yaitu: pertama, Diplomasi politik luar negeri yang digawangi oleh Menlu Retno Marsudi.Menlu harus dapat memutus rantai dukungan politik dari beberapa negara kepada OPM dan sebaliknya memberikan informasi seakurat mungkin kepada banyak negara bahwa selama ini di Papua tidak ada pelanggaran HAM yang berat. yang ada adalah penegakan hukum kepada kelompok kriminal bersenjata.
Kedua, Operasi Psikologi dan teritorial oleh TNI. Operasi yang sudah ada selama ini harus terus ditingkatkan intensitasnya. TNI harus bisa membuat efek jera kepada para penggangu keamanan yang selama ini beroperasi di Papua. Para anggota dan simpatisan KKB yang sudah tobat dan menyerahkan diri kepada TNI harus difasilitasi kehidupannya. TNI bisa bekerja sama
dengan pemerintah daerah untuk memberikan rumah dan pekerjaan kepada mereka.
Ketiga, Pembanguan yang massif oleh pemmerintah daerah dan pusat untuk mengurangi ketimpangan dan memangkas kemiskinan. Dana Otonomi khusus yang selama ini digelontorkan ke Papua harus tepat sasaran sehingga pembangunan bisa berjalan cepat dan efektif. Pembanguan yang cepat dan efektif akan adapat menggerakan roda perekonoman warga sehingga bisa menurunkan
angka keiskinan menjadi dibawah 21%. Dengan berjalannya waktu maka gerakan KKB OPM akan kehilangan dukungan baik dari dalam maupun luar Papua seperti Gerakan Aceh
Merdeka [GAM] beberapa tahun yang lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)