Tulisan 2: 9 Alasan Kenapa Jakowi Bakal Menang di Pilpres 2019.
--------------------------------------------------------------------------------
Pilpres 2019 akan berlangsung tanggal 17 April 2019 dan kampanye pilpres sudah dan tengah berlangsung hingga saat ini. Tulisan ini sebagai salah satu referensi bagi mereka yang belum menentukan pilihan.
1. Kebijaksanaanya yang Populis.
Program Jakowi yang populis seperti:KIP, KIH,PKH, Dana desa, Sertifikasi tanah dan Hutanisasi sosial. Masyarakat terutama warga miskin banyak terbantu dengan program tersebut. Apalagi tahun 2019 harga BBM dan listrik tidak akan naik, tarif jalan tol bakal turun, jumlah premium bakal ditambah, gaji PNS bakal naik, dana kelurahan bakal cair, anggaran PKH naik dua kali lipat.
2. Strategi Blusukan.
strategi ini sudah dilaksanakan jakowi sejak saat jadi walikota Solo, Gubernur DKI dan sampai saat ini sebagai presiden. Blusukan punya banyak fungsi selain untuk meyerap aspirasi masyarakat juga untuk memperkenal diri kepada masyarakat. Tanpa blusukan maka jangan harap masyarakat kenal dengan pemimpinnya. Prabowo.Kalau tidak kenal maka rakyat tidak mungkin memilihnya.
3. Media Darling.
Sejak bergabungnya bos media seperti Surya paloh, Hary Tanoe dan Erick Thohir maka sebagian besar media terutama televisi mendukung Jakowi. Ini menjadi senjata ampuh untuk serangan udara dalam kampanye. TV milik mereka akan turut menayangkan pencapaian kinerja Jakowi selama jadi presiden. Blogger dengan follower yang banyak juga dirangkul Jakowi untuk mengenalkan diri Jakowi kepada masyarakat. Blogger seperti Atta halilintar, Ria Ricis dkk diberi kesempatan untuk bertemu dan wawancara bahkan ada yang ikut kunjungan kerja.
4. Merangkul kelompok Milenial.
Kelompak milenial sebagai penyumbang suara terbesar dalam pilpres 2019 nanti dengan jumlah suara 34,2 % dari total 152 juta pemilih. Oleh karena itu jauh-jauh hari Jakowi berusaha merangkul mereka dengan menyamakan identitas seperti: memakai sepatu sneakers, jaket trendy, ikut touring motor modifikasi, menghadiri event music, ikut ngevlog dll.
5. Banyak Pejabat Daerah yang Mendukung.
Ada 30 Gubernur dan 359 bupati dan walikota yang mendukung Jakowi termasuk 10 pejabat daerah di Sumatera barat dimana Jakowi kalah saat pilpres 2014. Sedangkan kubu Prabaowo hanya didukung oleh 4 gubernur yaitu: DKI, Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Para pejabat daerah itu akan menggerakan massa untuk pilih Jakowi di pilpres 2019 nanti.
6. Jumlah relawan yang banyak
Relawan adalah bentuk partisipasi publik untuk memenangkan capres. Jumlah relawan Jakowi yang sudah terdaftar 700 organ sedangkan di kubu Prabowo ada 400 organ. Pertarungan perebutan massa bakal seru. Saat ini pola kampanye Jakowi sedikit berubah dengan mementingkan kampanye dari pintu ke pintu dan dari hati ke hati.
7. Dukungan dari partai Golkar.
Pada pemilu 2014 partai Golkar sebagai pemenang kedua dan keberadan partai ini sangat penting apalagi jika mesin partai bekerja dengan optimal. Pada pilpres 2014 partai Golkar tidak mendukung Jakowi. Dengan bergabungnya partai Golkar di kubu Jakowi di pilpres 2019 diyakini Jakowi bakal menang kembali.
8. Kondisi Ekonomi yang Stabil.
Pertumbuhan ekonomi yang bagus diatas 5% dan pondasi ekonomi yang kuat dengan cadangan devisa yang selalu meningkat sejak tahun 2015 membuat rupiah aman dari gejolak mata uang dunia. Ditambah dengan kemudahan berinvestasi membuat iklim berusaha semakin bersinar. Pelaku ekonomi merasa nyaman dengan kondisi ini. Ditambah dengan kondisi inflasi yang selalu dibawah 4% yang membuat harga kebutuhan pokok masyarakat stabil. bahkan saat perayaan hari besar nasional seperti Idul fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru tidak ada gejolak kenaian harga yang berarti. Kondisi ini yang membuat para emak-emak merasa happy sebab bisa belanja tanpa takut mahal.
9.Kondisi Politik yang Kondusif.
Sejak dilantik menjadi presiden Jakowi berusaha membuat kondisi negara yang kondusif baik di dalam parlemen maupun diluar parlemen. Jakowi merangkul PPP, PAN dan Golkar untuk memperkuat koalisi di parlemen. Bergabungnya ketiga partai ini membuat koalisi di parlemen semakin kuat dan kegaduhan bisa diredam. Berlakunya UU ITE tanggal 28 September 2016
ikut membantu meredam kegaduhan diluar parlemen. Terbukti orang yang suka bikin hoax atau nyinyir sudah dan terancam masuk bui.
No comments:
Post a Comment